PERAN ORANG TUA
DALAM MERDEKA BELAJAR
Oleh: Nur Laela, S.Pd.
Guru SDN Bandung 1
Kota Tegal
Menurut
Poerwadarminta (1976:250), istilah pendidikan berasal dari kata “didik” dengan memberinya
awalan “pe” dan akhiran “kan” mengandur arti “perbuatan” (hal, cara dan
sebagainya). Istilah pendidikan ini semula berasal dari bahasa Yunani yaitu
“paedagogie”, yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Istilah ini
kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan “education” yang berarti
pengembangan atau bimbingan. Dalam bahasa Arab istilah ini sering diterjemahkan
dengan “Tarbiyah“ yang berarti pendidikan.
Merdeka
Belajar adalah program kebijakan dari
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang
dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju,
Nadiem Makarim. Esensi kemerdekaan berpikir menurut Nadiem, harus didahului
oleh para guru sebelum mereka mengajarkannya pada siswa-siswi. Nadiem menyebut,
dalam kompetensi guru di level apa pun, tanpa ada proses penerjemahan dari
kompetensi dasar dan kurikulum yang ada, maka tidak akan pernah ada
pembelajaran yang terjadi.
Pada
tahun mendatang, sistem pengajaran juga akan berubah dari yang awalnya
bernuansa di dalam kelas menjadi di luar kelas. Nuansa pelajaran akan lebih
nyaman, karena murid akan berdiskusi lebih dengan guru, belajar dengan outing
class, dan tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi lebih membentuk
karakter peserta didik yang berani, mandiri, cerdik dalam bergaul, beradab,
sopan, berkompetensi, dan tidak hanya mengandalkan sistem peringkat (rangking)
yang menurut beberapa survei hanya meresahkan anak dan orang tua saja, karena
sebenarnya setiap anak memiliki bakat dan kecerdasannya dalam bidang
masing-masing.
Nantinya
akan terbentuk para pelajar yang siap kerjadan kompeten, serta berbudi luhur di
lingkungan masyarakat, menurut penulis dari semuanya yang paling berperan dalam
lingkungan masyarakat adalah orang tua.
Orang tua adalah pendidik pertama dan
utama
Orang
tua adalah pendidik utama bagi anak-anaknya. Peran edukatif orang tua begitu
penting sehingga tidak dapat digantikan orang lain. Itu sebabnya, tidak tepat
jika orang tua hanya menggantungkan pendidikan anaknya terhadap pihak sekolah,
guru saja. Dalam keluarga orang tualah
pertama-tama yang bertanggungjawab membekali anak-anaknya dengan pengetahuan
ajaran agama, moral dan ajaran social bermasyarakat.
Keluarga
adalah tempat pertama dimana anak-anak menimba pengalaman pribadi dan agama.
Orang tua tidak hanya mendidik anaknya agar lebih pandai tapi supaya mendidik
anak-anaknya agar memiliki inisiatif untuk membangun hidupnya sendiri di dunia
ini.
Pendidikan
sejati meliputi pembentukan pribadi manusia seutuhnya. Anak-anak dididik
sedemikian rupa agar mereka mengembangkan bakat-bakat fisik, moral dan
intelektual mereka secara harmonis. Tujuannya adalah agar mereka memperoleh
tanggung jawab yang lebih sempurna dan dapat menggunakan kebebasan mereka
dengan benar dan berperan aktif dalam masyarakat dengan kata lain.
Anak
yang tumbuh dalam keluarga dan juga sekolah yang tidak menyediakan situasi
belajar yang merdeka seperti itu akan mudah didekati oleh kelompok-kelompok
ekstrim sehingga akhirnya terpapar paham ekstremis, baik yang berbasis
kepentingan politis, ras maupun agama tertentu. Jadi, kontribusi keluarga untuk
pendidikan anak dapat diringkas sebagai berikut: Pertama, bagaimana orang tua
berusaha membiasakan anaknya untuk menguasai cara-cara merawat diri, cara
berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama, cara berdoa atau beribadah, dan
cara menemukan ilmu pengetahuan dan mengasah ketrampilan yang berguna demi
kehidupannya. Kedua, bagaimana orang tua bersikap sehingga mempengaruhi
perkembangan karakter anak. Sikap menerima ataupun menolak,
menghargai/mencintai ataupun menolak/membenci, serta iba ataupun acuh tak acuh,
sabar ataupun tergesa-gesa, sikap melindungi ataupun membiarkan, serta langsung
akan mempengaruhi pertumbuhan aspek emosional, intelektual, moral, spiritual
dan sosial sang anak. Memang, sangat wajar dan logis apabila pendidikan anak
berada di tangan keluarganya sendiri yaitu orang tua.

Komentar
Posting Komentar